Rasa di atas Meja Putih

Hatiku mulai tersayat ketika sepasang tangan berlabuh di pundaknya. Hmm... Bercanda kah itu? aku tak tahu. Yah walaupun memang terlihat itu hanya sebatas polah hasil keakraban semata. Namun, entah kenapa jiwaku mulai tak nyaman karena wujudnya.
Sesaat aku terdiam dan mulai apatis terhadap gumpalan nasi yang sedari tadi memenuhi rongga mulutku. Sakitkah aku???, aku tak tahu. Untuk kesekian kalinya aku tak tahu apa yang aku rasakan. Aku hanya bisa memaku apa yang kurasakan saat itu, jauh di dalam dinding ruang jiwaku. Aku tak ingin rasaku, merusak kebahagiaan yang tak hentinya memancar dari rona mereka saat itu.

Sakitkah aku karena itu semua???. Tidak. Mungkin itu jawaban yang semestinya dan harus menjadi jawabanku satu-satunya kelak. Karena, bukankah tadi aku sudah katakan, Bahwa aku tidak akan pernah terlihat sakit di depan kalian juga tak akan pernah sakit karena kalian, apalagi sakit karena kebahagiaan kalian.
Semoga saja.!!!


Hah... capek rasanya jiwa ini kuajak diam.

Tuhan, jika saja malam ini adalah malam lebih baik dari seribu bulan
malam yang engkau janjikan akan mengabulkan asa hambanya
aku memohon agar kiranya tidak Engkau selipkan keputus asaan
atas setiap cita dan cinta yang tak tersampaikan

Wahai Tuhan yang maha penyayang
Jika malam ini adalah malam di mana KAU tunjukkan kasih sayang-MU
berilah jiwaku kesabaran untuk meraih SAYANG yang tak kunjung datang
dan jagalah ragaku dari golongan orang-orang yang terbuang

Kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang kusayang
Dan pula memberi sayangnya kepadaku dari malam hingga siang

Ya Tuhan, mohonku pada-MU
Jika saat ini masih jauh, dekatkanlah
Jika saat ini sudah dekat, yakinkanlah
Jika saat ini sudah yakin, ikatkanlah
Jika sudah terikat, jadikanlah ridho-Mu sebagai simpul kehidupan kami

Maa Uriidu Illa Ridhoka


Comments

Popular Posts